Islam adalah Negara universal berhubungan dengan ketuhanan, apalagi di
idiologi Negara kita adalah pancasila, sedangkan dalam sila pertama ialah
ketuhanan yang maha esa, dalam hal ini pancasila merupakan idiologi bangsa yang
harus di tanamkan pada setiap generasi penerus pencapaian kemerdekaan yang
seutuhnya.
Aliran teologi pesat
perkembangannya setelah terjadinya pergolakan politik masa kholifah Ali bin Abi
Thalib yang berakhir dengan peperangan baik dari politik maupun dari pemikiran
akibat dari tahrim pada waktu perang siffin yang di menangkan oleh kubu
muawwiyah.
Umat islam terbagi menjadi
beberapa golongan dan tiap golongan mempunyai pemikiran masing-masing yang di
hasilkan dari penafsiran Al Qur’an menurut cara mereka masing-masing, diantara
pemikiran yang paling menjadi sorotan adalah dalam permasalahan aqidah, dimana
setiap golongan menyalahkan dan mengkafirkan yang lain karena perbedaan
pendapat, termasuk salah satunya adalah tentang keesaan Allah swt, Yang maha
perkasa lagi maha penyayang, yang maha kaya lagi maha terpuji.
Kita mengetahui dan meyakini
bahwa Allah swt menciptakan segala makhluk, mengadakan semua yang ada, dan
membentuk segala sesuatu yang ada di jagad raya. Menciptakan langit dan bumi
matahari dan bulan, malam dan siang, air dan tumbuhan, manusia dan hewan,
gunung dan lautan.
Apabila kita telah meyakini hal
tersebut dan yakin terhadap kekuasaan Allah swt, kebesaran, keagungan dan
keesaan Allah swt. Niscaya hati pasti menghadap kepadanya, terbukalah dada
untuk menyembahnya, seluruh anggota badan tunduk karena taat kepadanya. Lisan
mengucapkan dzikir kepadanya karena mengagungkan dan membesarkannya, maka
janganlah kamu meminta kecuali kepadanya, dan janganlah beribadah kecuali kepadanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar